Do’a Bercermin

Sebagian besar orang pasti suka berhias. Namun, dalam islam ada adab tersendiri dalam berhias. Dimana, seseorang tidak boleh berhias terlalu berlebihan dan terlalu mencolok serta menampakkan aurat mereka.

Tak hanya itu, saat bercermin juga harus membaca do’a bercermin yang telah dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Berikut pembahasan lengkap tentang do’a bercermin serta adab-adab yang harus dilakukan pada saat berhias.

Firman Allah SWT dan Hadits tentang Berhias

Allah SWT memang mencintai keindahan. Namun, jika keindahan tersebut terlalu berlebihan maka tidak baik dan mengundang banyak mudhorot.

Allah SWT sendiri juga telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk. Oleh karena itu, sebagai seorang hamba Allah yang taat, agar kita senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan.

Di dalam surat At Taghaabun ayat 3, Allah SWT berfirman:

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَ صَوَّرَکُمۡ فَاَحۡسَنَ صُوَرَکُمۡ ۚ وَ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ

Artinya: “Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu dan hanya kepada Allah SWt kembali(mu).” (QS. At-Taghaabun ayat 3).

Selain itu, Allah SWT juga menjelaskan di dalam firman-Nya, bahwa Allah telah memberikan anugerah dengan bentuk tubuh serta rupa yang sempurna jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Hal ini dijelaskan dalam surat At-Tin ayat 4 yang berbunyi:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: “Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin ayat 4).

Allah telah menciptakan setiap manusia dengan sebaik-baik bentuk. Oleh karenya, Anda harus bersyukur atas segala anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Sebagian besar manusia memang sangat menyukai berhias. Tampil dengan indah sangatlah disukai oleh Allah SWT. Hal ini sudah dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah lagi menyukai keindahan.” (HR. Muslim).

Tak hanya itu, ada pula hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sepuluh hal yang termasuk fitrah, yaitu: mencukur kumis memotong kuku, menyela-nyela jari jemari, memanjangkan jenggot, siwak, istinsyaq, mencabut bulu ketika, mencukur rambut kemaluan, dan intiqashul maa’.” Musha’ab bin Syaibah berkata, “Aku lupa yang ke sepuluh, melainkan berkumur.”

Bacaan Do’a Ketika Bercermin

Saat bercermin, jangan lupa untuk memuji nama Allah dan berdo’a kepada-Nya. Ini merupakan salah satu wujud syukur karena telah diberikan paras dan bentuk tubuh yang baik.

Dengan membaca do’a juga menghindarkan kita dari bersikap sombong atas kelebihan yang ada di tubuh kita sendiri. Berikut adalah bacaan do’anya.

اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

Allahumma kamaa hassanta kholqi fa hassin khuluqi.

Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlakku.” (HR. Ahmad).

Selain do’a di atas, Anda juga bisa membaca do’a berhias berikut ini:

Alhamdulillahilladzi sawwa khalqii fa’addalahu wa karrama shurata wajhii fahassanaha waja’alanii minal muslimin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan dan memperbaiki penciptaanku, memuliakan bentuk wajahku, maka Dia membaguskan dan menjadikan aku termasuk orang-orang Islam.”

Adab Berhias dalam Islam

Allah SWT dan Rasul-Nya tidak melarang setiap manusia untuk berhias. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui bahwa dalam Islam sendiri terdapat beberapa ketentuan atau adab yang baik dalam berhias.

Sesungguhnya Allah SWT berfirman di dalam surat Al-A’raf ayat 31, yaitu:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf, 7:31).

Berikut beberapa adab yang harus dilakukan pada saat berhias:

Tidak Tabaruj

Tabarruj merupakan salah satu sifat yang sangat disukai oleh setan. Dalam Islam, tabarruj berasal dari kata al-burj yang artinya adalah bintang atau sesuatu yang terang dan juga tampak.

Dalam arti lainnya ialah berlebihan dalam menunjukkan perhiasan, kecantikan atau ketampanan wajah. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

Artinya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzaab, 33:33).

Dari ayat tersebut, Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di menafsirkan, bahwa beliau berkata, “Arti dari ayat ini ialah, janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kamu wanita) dan sebab-sebabnya.” (Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di).

Menjaga Aurat

Dalam Islam, sudah diatur tentang tata cara mengenakan pakaian dan anggota badan mana saja yang harus ditutup. Setiap muslim laki-laki dan muslim perempuan memiliki aturannya sendiri dalam mengenakan pakaian.

Aturan dalam berpakaian tersebut bukan berarti Islam mengekang umatnya untuk tidak tampil dengan cantik dan sesuai keinginan. Hal tersebut karena menampakkan aurat memiliki banyak sekali mudhorot selain dihadapan mahram sendiri.

Salah satu mudhorotnya ialah bisa menimbulkan perbuatan tercela. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menjelaskannya dalam hadits berikut, yang artinya:

“Tidak boleh seorang pria melihat aurat pria lainnya, dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanita lainnya.” (HR. Muslim dari Abu Sa’id al-Khudriy RA).

“Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya.” (HR. Tirmidzi, dinilai shahih oleh al-Albani).

Nah, aurat seorang wanita di depan laki-laki yang bukan mahram ialah seluruh tubuhnya. Hal ini sudah sesuai ijma’ (kesepakatan) dari para ulama.

Akan tetapi, ada beberapa perbedaan pendapat dari para ulama, apakah wajah dan juga kedua telapak tangan merupakan aurat jika di hadapan laki-laki yang bukan mahram.

Tidak Berlebihan

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa berlebihan merupakan salah satu sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT. Selain tidak boleh berlebihan dalam makan dan minum, manusia juga dilarang berlebihan dalam hal berhias.

Larangan untuk berlebihan sudah ada di dalam surat Al-A’raf ayat 31 yang artinya:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yan indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan janganlah  berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih lebihan.”

Tentunya, setiap orang ingin terlihat rapi dan juga menawan. Akan tetapi, Islam tidak memperbolehkan umatnya untuk berlebihan dalam berhias.

Seperti mengenakan perhiasan yang terlalu banyak, mengenakan baju yang menampakan aurat baik bagi laki-laki atau perempuan, mengenakan make up yang terlalu tebal untuk menarik perhatian orang lain dan sebagainya.

Larangan-larangan tersebut bukanlah sebuah kekangan. Melainkan Allah SWT melindungi setiap manusia dari segala mudhorot dan juga kejahatan yang bisa muncul karena terlalu berlebihan dalam berhias.

Selalu baca do’a bercermin agar Anda senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT selama ini.

Tinggalkan komentar