Do’a Keluar dan Masuk Rumah

Sebelum keluar rumah, alangkah baiknya untuk membaca do’a keluar rumah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar selalu mendapat lindungan dan keberkahan Allah SWT selama berada di luar rumah.

Selain harus membaca do’a keluar rumah, jangan lupa juga untuk membaca do’a masuk rumah. Membaca do’a merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Ini sebagai wujud kepasrahan seorang hamba yang mengharap pertolongan dari Allah SWT.

Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Berdo’alah kepada Allah SWT dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah SWT tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai.”

Berikut bacaan do’a keluar rumah dan do’a masuk rumah yang bisa Anda baca beserta artinya.

Do’a Keluar Rumah

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: “Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah semata.”

Atau, Anda juga bisa membaca do’a keluar rumah berikut ini:

للَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

Allauhumma inni a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (setan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR. Abu Dawud, HR. At-Tirmidzi).

Do’a keluar rumah ini sangat penting untuk dibaca. Hal ini untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar pada saat keluar rumah setan tidak menggodanya.

Do’a Masuk Rumah

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ

Bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa-alallaahi rabbina tawakkalna.

Artinya: “Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah) dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada Tuhan kami, kami bertawakal.”

Selain do’a di atas, Anda juga bisa membaca do’a masuk rumah seperti berikut ini:

اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ خَيْرَالْمَوْلِجِ وَخَيْرَالْمَخْرَجِ بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Allahumma innii as aluka khoirol mauliji wa khoirol makhroji bismillaahi wa lajnaa wa bismillaahi khorojnaa wa’alallohi robbina tawakkalnaa.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepaa-Mu baiknya tempat masuk dan baiknya tempat keluar dengan menyebut nama Allah kami masuk dan dengan menyebut nama Allah dan kami keluar dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal.”

Do’a tersebut Anda ucapkan setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Setelah selesai mengucapkan do’a, jangan lupa untuk masuk rumah dengan menggunakan kaki kanan terlebih dahulu.

Hal tersebut sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW yang melakukan segala urusan dengan mendahulukan kaki kanan terlebih dahulu, kecuali saat masuk ke kamar mandi, maka kaki yang didahulukan adalah kaki kiri.

Do’a Naik Kendaraan

Apabila Anda keluar rumah dan ingin bepergian dengan menggunakan kendaraan, jangan lupa untuk membaca do’a naik kendaraan seperti berikut ini:

بِاسْمِ اللَّهِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ

{ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ } { وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ }

(3x) الْحَمْدُ لِلَّهِ

(3x) اللَّهُ أَكْبَرُ

سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.

Artinya; “Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari kiamat). Segala puji bagi Allah (3x), Allah Maha Besar (3x), Maha Suci Engkau Ya Allah, sesungguhnya aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Pembahasan lebih lengkap mengenai berpergian dengan kendaraan biasa Anda baca di : Do’a Naik Kendaraan

Adab Bepergian

Pada saat bepergian, ada beberapa adab yang harus Anda lakukan. Adab bepergian ini telah dijelaskan pada buku Studi Fiqih Ibadah Lapangan: Kaidah Alam karya Tim Penulis Buku Fiqih Ibadah Lapangan Matagira.

Mempunyai Tujuan yang Jelas Sebelum Bepergian

Alangkah baiknya sebelum Anda pergi dan keluar rumah, tentukan dulu tujuan mana yang ingin dicapai dan apa yang akan dilakukan.

Jangan sampai perjalanan Anda memberi mudharat. Pastikan bahwa Anda melakukan perjalanan yang bermanfaat. Niatkan perjalanan dengan tujuan yang baik serta bermanfaat.

Membaca Dzikir Selama Dalam Perjalanan

Setelah membaca do’a keluar rumah, jangan sampai Anda melalaikan diri untuk tidak berdzikir selama dalam perjalanan.

Dengan banyak berdzikir, hal tersebut bisa menambah pahala serta menjauhkan diri dari godaan setan selama dalam perjalanan.

Jangan lupa juga, jika Anda melewati tanjakan, maka bacalah takbir dan jika melewati turunan maka bacalah tasbih.

Ibnu Umar radiyallahu ‘anha berkata:

“Adalah Rasulullah SAW dan pasukannya apabila naik ke tempat tinggi mereka bertakbir. Jika turun mereka bertasbih.” (HR. Abu Daud).

Ditemani Mahram Jika Anda Seorang Perempuan

Di dalam ajaran agama Islam, perempuan dilarang untuk bepergian sendiri. Harus ada mahram yang menemaninya. Hal ini sesuai dengan apa yang Rasulullah lakukan pada istrinya.

Ketika istrinya berangkat haji, maka ia menyuruh seorang sahabat untuk menemani istrinya selama melaksanakan ibadah haji.

Hal tersebut bukan tanpa tujuan. Seorang perempuan yang tidak boleh pergi sendiri dan harus bersama dengan mahram ialah agar tidak terjadi fitnah.

Tak hanya bisa bepergian dengan mahram, namun perempuan juga bisa keluar rumah bersama dengan rombongan.

Segera Pulang Ketika Urusan Telah Usai

Nah, setelah selesai melakukan sebuah urusan, maka bersegeralah untuk pulang. Hal tersebut karena sesungguhnya orang yang melakukan perjalanan maka mereka telah meninggalkan sanak saudaranya yang ada di rumah.

Tak hanya itu, seringkali seseorang yang melakukan perjalanan juga menemukan kesulitan dalam perjalanan. Hal ini telah dijelaskan pada sebuah hadits:

“Safar adalah sebagian dari azab. Karena dalam safar mencegah salah seorang dari kalian makan, minum dan tidur. Maka bila telah selesai urusannya, segeralah pulang ke keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila Anda keluar rumah untuk mengikuti majelis taklim, maka jangan lupa untuk membaca doa kifaratul majelis setelah majelis tersebut selesai.

Di dalam perjalanan, tentunya ada banyak godaan setan yang terkadang membuat Anda malah terhanyut dengan godaan tersebut. Setelah pulang le rumah, jangan lupa untuk langsung membersihkan diri, berwudhu dan melaksanakan sholat taubat.

Demikian pembahasan tentang do’a keluar rumah dan masuk rumah yang bisa Anda amalkan. Jangan lupa juga untuk senantiasa berdzikir kepada Allah SWT selama dalam perjalanan.

Hal ini karena, Anda tidak tahu hal apa yang bisa menimpa Anda saat berada di luar rumah. Oleh karena itu, banyak-banyaklah mengingat Allah SWT dan menjauhi segala hal yang membawa mudharat.

Tinggalkan komentar