Do’a Ketika Angin Kencang

Pada saat ada hujan dan angin kencang, kita dilarang untuk berkata buruk, namun lebih disarankan untuk membaca do’a terutama do’a angin kencang agar terhindar dari bencana.

Angin kencang merupakan salah satu kebesaran Allah SWT. Angin beserta hujan merupakan rahmat yang Allah turunkan kepada semua mahkluk-Nya yang ada di bumi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan di dalam haditsnya untuk tidak membenci angin.

اَ تَسُبُّوا الرِّيحَ

Artinya: “Janganlah kamu mencaci maki angin.”

Ada pula hadits lainnya yang menjelaskan tentang angin kencang ini. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa memahami pembahasan berikut ini. Ada pula do’a angin kencang yang bisa dibaca dan diamalkan.

Hadits tentang Angin Kencang

Di dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Anak Adam menyakiti-Ku. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu. Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.”

Dari hadits tersebut, bisa dijelaskan bahwa Allah SWT adalah sang pengatur waktu. Allah menciptakan malam dan siang dan juga cuaca, termasuk di dalamnya angin kencang. Hal tersebut merupakan bentuk ke-Esaan Allah yang harus diimani.

Ada pula hadits yang diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan Ibnu Majah, dengan sanad dari Abu Hurairah RA, bahwa ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلرِّيْحُ مِنْ رَوْحِ اللهِ سبحانه و تعالى، تَأْتِيْ بِالرَّحْمَةِ، وَتَأْتِيْ بِالْعَذَابِ. فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهَا، فَلاَ

تَسُبُّوْهَا، وَسَلُوا اللهَ خَيْرَهَا، وَاسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ شَرِّهَا.

Artinya: “Angin itu berasal dari rahmat Allah, terkadang ia datang membawa rahmat dan terkadang dengan membawa bencana. Jika kalian melihatnya, maka janganlah memakinya, dan memohonlah kepada Allah kebaikannya, serta berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.”

Di dalam shahih Muslim, Aisyah RA berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم إِذَا عَصَفَتِ الرِّيْحُ، قَالَ: اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا

وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ.

Artinya: “Jika angin bertiup kencang, maka Nabi SAW berucap, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan apa yang Engkau kirimkan dengannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya dan keburukan apa yang Engkau kirimkan dengannya.

Ada pula beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang angin kencang ini. Berikut arti dari ayat-ayat tersebut.

“Dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah: 164).

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagain dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Ar-Rum: 46).

Do’a Ketika Ada Angin Kencang

Do’a ketika angin kencang ini dibaca agar dilindungi oleh Allah SWT dan terhindar dari mara bahaya. Do’a tersebut juga bisa Anda baca saat terjadi hujan deras yang disertai dengan petir.

Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’oodzubika min syarriha.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”

Selain do’a tersebut, Anda juga bisa melafalkan do’a lainnya. Berikut do’a ketika angin kencang yang bisa dibaca:

Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarriha wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.”

Biasanya, angin kencang juga disertai dengan hujan lebat dan juga petir. Apabila Anda merasa takut, maka bacalah do’a berikut ini:

Subhannalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala ikatu min khiifatih.

Artinya: “Maha Suci Allah SWT yang petir dan malaikat bertasbih memuji Allah SWT karena rasa takut kepada-Nya.”

Baca Juga: Do’a Ketika Hujan

Tindakan Rasulullah SAW Saat Terjadi Angin Kencang dan Hujan Lebat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk tidak mencela hujan ataupun angin kencang. Hal ini agar terhindar dari mara bahaya dari kedua fenomena alam tersebut.

Berdo’a tentunya jauh lebih baik untuk memohon pertolongan dan juga perlindungan Allah SWT. Berikut adalah tindakan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada saat terjadi angin kencang dan juga hujan lebat.

Membuka atau Menyingkap Baju Saat Hujan Turun

Imam Abu Bakr al-Thurthusyi mencatat:

وروي مسلم في صحيحه، وأبو داود عن أنس قال: كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا رأي المطر كشف ثوبه، وقال أبو داود: يحسر ثوبه عنه ثم اتفقا حتي أصابه، فقلنا: يا رسول الله، لم صنعت هذا؟ فال: لأنه حديث عهد بربه 

“Diriwayatkan oleh (Imam) Muslim dalam Kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud dari Anas ia berkata: “Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya.” (Riwayat lainnya dari Imam) Abu Dawud, (Anas) berkata: “Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan.” Kami berkata: “Ya Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini?” Rasulullah menjawab, “Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah.” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al Ma’tsur wa Adabuhu wa ma Yajibu ‘ala al-Da’I Itya’nuhu wa Ijtinahubu, Beirut: Dar al_kutub al Ilmiyyah, 2002, halaman 170).

Berdo’a Saat Melihat Awan Hitam

Pada saat melihat awan hitam, Rasulullah SAW segera meninggalkan pekerjaannya, kemudian membaca do’a ini (HR. Imam Abu Dawud, Imam Ahmad dan Imam al-Baihaqi):

وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا

“Diriwayatkan Syayidah Aisyah RA, sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan sholat, kemudian berucap,”Allahumma inni a’uudzubika min syarrihaa.” (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan awan ini).” Dan saat turun hujan, beliau berdo’a, “Allahumma shayyiban naafi’an (Ya Allah, turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan.” (Imam Abu Bakr al Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsur wa Aabuhu wa Ma Yajibu ‘ala al-Da’I Itya’nuhu wa Ijtinabuhu. Halaman 170-171).

Hujan dan angin merupakan karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap hamba-Nya yang tinggal di bumi. Oleh karena itu, janganlah mencela karunia yang telah diberikan oleh Allah, dan lebih baik berdo’a dengan membaca do’a ketika angin kencang dan juga hujan lebat.

Selain itu, berlindunglah kepada Allah SWT ketika Anda merasa takut akan bencana yang ditimbulkan oleh angin kencang ataupun hujan lebat.

Tinggalkan komentar