Do’a Ketika Marah

Marah merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh semua mahkluk hidup yang memiliki nafsu. Namun, sebagai manusia yang berakal dan seorang muslim yang taat, maka sangat dianjurkan untuk menahan amarah.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menahan amarah, salah satunya ialah dengan membaca do’a ketika marah.

Jangan sampai, marah yang Anda luapkan tersebut justru menghilangkan pahala, menghancurkan tali persaudaraan dan hanya sia-sia bekala karena banyak menguras energi.

Hadits Larangan untuk Marah

Allah SWT sendiri menyuruh hamba-Nya untuk menahan amarah. Karena menahan amarah memiliki banyak sekali keutamaan, salah satunya ialah mendapatkan surga Allah SWT.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang.” (QS. Ali Imran: 134).

Allah SWT juga berfirman:

يَقُولُ اللَّهُ تعالى: يا ابْنَ آدَمَ اذْكُرْنِي إِذَا غَضِبْتَ، أَذْكُرُكَ إِذَا غَضِبْتُ فَلَا أُهْلِكُكَ فِيمَنْ أُهْلِكُ

Artinya: “Hai anak Adam, ingatlah kepada-Ku jika kamu marah, niscaya Aku mengingatmu bila Aku sedang murka kepadamu. Karena itu, Aku tidak akan membinasakanmu bersama orang-orang yang Aku binasakan.”

Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Bacaan Do’a Ketika Marah

Pada saat Anda di puncak amarah, alangkah baiknya untuk membaca do’a ketika marah berikut ini agar terhindar dari gangguan setan dan meredakan amarah.

Allahummaghfirli dzambii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minasy syaithaan.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari perilaku setan.”

Pada saat marah, maka seseorang bisa melakukan apa saja bahkan diluar akal sehatnya. Hal tersebut merupakan gangguan dari syaitan yang mencoba ingin melemahkan iman manusia.

Oleh karena itu, membaca do’a ketika marah merupakan hal yang harus dilakukan, agar Anda tidak menyesal nantinya karena telah melakukan hal atau berkata sesuatu pada saat marah.

Baca Juga: Doa Pelipur Lara

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Marah

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan saat sedang marah. Cara ini bisa dilakukan jika setelah membaca do’a, namun emosi yang ada dalam diri masih belum reda.

  • Banyak Membaca Ta’awudz

Hal pertama yang bisa dilakukan ialah dengan banyak-banyak membaca do’a ta’awudz. Ta’awudz sendiri merupakan salah satu bacaan yang bisa meredakan marah, karena dapat mengusir setan.

“Ada dua orang yang saling mencaci di hadapan Rasulullah SAW, sedangkan kami tengah duduk-duduk di sekeliling Beliau, salah seorang dari keduanya mencaci yang lainnya seraya marah-marah dengan wajah yang merah, lalu Nabi bersabda,

“Sesungguhnya aku mengetahui sebuah kalimat, apabila ia mengucapkan maka apa yang didapatkannya (marah) itu akan hilang, yaitu apabila ia mengucapkan “a’udzuu billaahi minasy syaithaanir rajiim.” (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).” Mereka berkata kepada orang tersebut, “Apakah kau tidak mendengar perkataan Nabi shallallahu ‘alahi wasallam?” Ia berkata, “Sesungguhnya aku bukan orang yang gila.” (HR. Al Bukhari).

  • Diam Pada Saat Marah dan Merubah Posisi

Pada saat marah, maka hal yag harus dilakukan ialah diam. Karena, berbicara ketika marah akan membuat seseorang bisa mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas. Selain itu, ubahlah posisi duduk supaya amarah bisa lebih redah.

Hal ini dijelaskan pada sebuah hadits dari Abu Dzaar Radhiyalahhu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian marah sedangkan ia dalam keadaan berdiri, maka duduklah hingga amarah itu hilang, namun jika tidak hilang juga maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud).

  • Banyak Berdzikir, Beristighfar dan Bertaubat

Banyak-banyaklah untuk berdzikir kepada Allah SWT, mengucapkan kalimat istghfar dan juga bertaubat kepada Allah SWT.

Teruslah ingat nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT dan jangan lupa untuk mengingat banyaknya dosa yang telah Anda perbuat selama ini.

  • Berwudhu

Jika amarahnya belum reda, maka segeralah untuk mengambil air wudhu. Ini sesuai dengan hadist Nabi SAW dari Athiyyah As Sa’di Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud)

Keutamaan Menahan Amarah

Ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan saat Anda menahan amarah.

Dipenuhi dengan Iman

Hadit yang menjelaskan tentang keutamaan ini ialah sebagai berikut:

عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَبْنَاءِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم: “مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أنْ يُنْفِذَه مَلأهُ اللهُ أَمْنًا وَإيمانًا

Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Uqbah Ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman (yakni Ibnu Mahdi), dari Bisyr (yakni Ibnu Mansur), dari Muhammad Ibnu Ajlan, dari Suwaid Ibnu Wahb, dari seorang lelaki anak seorang sahabat Rasulullah SAW, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barang siapa yang menahan amarah, sedangkan dia mampu mengeluarkannya, maka Allah memenuhi rongganya dengan keamanan dan keimanan.”

Mendapatkan Bidadari Di Surga

Selain dijanjikan surga, Allah SWT juga menjanjikan bidadari surga bagi siapa saja yang mampu menahan amarahnya padahal ia mampu untuk meluapkan amarah tersebut.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزيد، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُوم، عَنْ سَهْل بْنِ مُعَاذ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَه، دَعَاهُ اللهُ عَلَى رُؤُوسِ الْخَلائِقِ، حَتَّى يُخيرَهُ مِنْ أيِّ الْحُورِ شَاءَ“.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritkana kepada kami Abdullah Ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa’id, telah menceritakan kepadaku Abu Marhum, dari Sahl Ibnu Mu’az Ibnu Anas dari ayahnya, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barang siapa menahan amarah, sedangkan dia mampu untuk melaksanakannya, maka Allah kelak akan memanggilnya di mata semua makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari manakah yang disukainya.”

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, Imam Turmudzi serta Imam Ibnu Majah.

Mendapatkan Ridho dari Allah SWT

Setiap manusia pasti ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT. Hal tersebut bisa Anda dapatkan saat mampu menahan amarah.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا تَجَرَّعَ عَبْدٌ مِنْ جُرْعَةٍ أَفْضَلَ أَجْرًا مِنْ جُرْعَةِ غَيْظٍ كَظَمَهَا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ

Dari Ibnu Umar r.a yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW, pernah bersabda:

“Tiada suatu regukan pun yang ditelan oleh seorang hamba dengan pahala yang lebih utama selain dari regukan amarah yang ditelan olehnya karena mengharapkan ridho Allah SWT.”

Banyak sekali keutamaan yang bisa Anda dapatkan jika mampu menahan amarah. Oleh karena itu, membaca do’a ketika marah merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menahan marah.

Tinggalkan komentar