Do’a Sebelum dan Sesudah Makan

Bacaan Do’a Sebelum dan Sesudah Makan Agar Mendapatkan Keberkahan

Membaca do’a sebelum makan merupakan salah bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Selain membaca do’a sebelum makan, sebagai umat muslim juga diwajibkan untuk membaca do’a setelah makan.

Selain bentuk rasa syukur, do’a sebelum dan sesudah makan ini bisa membawa keberkahan terhadap apa yang kita makan. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri berdo’a sebelum dan sesudah makan.

Hadits tentang Membaca Do’a Sebelum dan Sesudah Makan

Membaca do’a sebelum ataupun sesudah makan ini sudah dijelaskan pada sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858).

Membaca do’a sebelum dan sesudah makan juga mencegah setan untuk ikut makan bersama.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dikatakan bahwa setan juga bisa ikut makan dengan seseorang yang tidak membaca nama Allah SWT. Tak cukup sampai disitu saja, bahkan juga bisa ikut menginap di rumahnya.

Hadits tersebut ialah sebagai berikut:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرْ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَإِذَا لَمْ يَذْكُرْ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمْ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Artinya: Dari Jabir bin ‘Abdullah, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seseorang menyebut nama Allah SWT, saat hendak masuk rumahnya dan  ketika hendak makan malam, maka setan berkata: “Kalian (bangsa setan) tidak bisa menginap dan tidak bisa makan! Jika seseorang tidak menyebut nama Allah SWT, ketika hendak masuk rumahnya maka setan berkata: “Kalian bisa masuk dan bisa menginap. “Jika seseorang tidak menyebut nama nama Allah SWT, sewaktu hendak makan, maka setan berkata: “Kalian bisa menginap dan makan malam.” (HR. Muslim).

Bacaan Do’a Sebelum dan Sesudah Makan

Berikut bacaan do’a sebelum dan sesudah makan yang bisa Anda amalkan, selain itu ada pula do’a ketika lupa belum membaca do’a sebelum makan.

Do’a Sebelum Makan

Tak hanya bisa membaca basmalah saja, namun Anda juga bisa membaca do’a lain yang disunnahkan. Do’a tersebut ialah:

اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ باسم اللَّهِ

Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘azaa bannaar.”

Artinya: “Ya Allah, berkahilah rizki yang telah Engkau berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa neraka, Bismillah.”

Do’a Sesudah Makan

Pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan untuk mengucapkan hamdalah setelah selesai makan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala sangat menyukai kepaa hamba-Nya yang mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) sesudah makan dan minum.”

Sementara itu, Anda juga bisa membaca do’a lain yang disunnahkan, yaitu:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Alhamdu lillahil ladzi ath amanaa wa saqaana qa ja’alanaa minal muslimin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.”

Do’a Saat Lupa Berdo’a Di Tengah Makan

Seperti yang telah dijelaskan pada hadits sebelumnya bahwa, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika seseorang lupa berdo’a dan menyebut nama Allah SWT sebelum makan, hendaklah dia mengucapkan:

“Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”

Hadits di atas sudah menjelaskan apa yang seharusnya Anda baca ketika lupa membaca do’a di awal sebelum makan.

Adab Ketika Makan dan Minum dalam Islam

Islam juga menjelaskan secara detail bagaimana adab makan dan minum itu sendiri. Hal tersebut tentu sarat akan makna terutama dalam hal kesehatan dan keberkahan dari makanan itu sendiri. Berikut ialah adab makan dan minum menurut Islam.

  • Makan Makanan Halal

Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk makan makanan yang halal dan menjauhi makanan yang haram. Karena, makanan haram lebih banyak membawa mudharat bagi yang mengonsumsinya.

Beberapa makanan dan minuman yang diharamkan dan dilarang untuk dikonsumsi ialah alkoloh, daging babi, dagi hewan yang bertaring dan lain sebagainya.

Mengonsumsi makanan yang halal sudah dijelaskan dalam salah satu surat Al-Qur’an, yaitu surat Al-Maidah ayat 88, yang artinya:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telag rezekikan kepadamu, dan bertawakalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”

  • Mencuci Tangan

Mencuci tangan sebelum makan sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang mana dijelaskan oleh Aisyah r.a:

“Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum.” (HR. Abu Daud no. 222, An Nasa’I no. 257. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’I).

  • Membaca Do’a Sebelum Makan

Membaca do’a sebelum dan sesudah makan adalah salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat, berupa makanan yang halal.

  • Menggunakan Tangan Kanan

Makan dengan menggunakan tangan kanan merupakan anjuran dari Nabi Muhammad SAW, karena menggunakan tangan kiri merupakan adab makan yang dilakukan oleh setan.

“Jika seseorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).

  • Tidak Mubazir

Allah SWT sangat melarang para hamba-Nya yang berlebihan termasuk dalam hal makan dan minum. Oleh karena itu, makan dan minumlah secukupnya agar tidak ada yang terbuang sia-sia.

  • Tidak Mencela Makanan

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa dalam makan, dilarang untuk mencela makanan. Ini sesuai dengan hadits berikut ini:

“Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Muslim).

Dengan kita tidak mencele makanan artinya kita bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan bersyukur pula kita akan diberi kelancaran rezeki.

  • Makan Sepertiga Bagian

Rasulullah SAW mengajarkan adab makan dengan menyisakan sepertiga bagian.

“Keturunan Adam tidak dianggap menjadikan perutnya sebagai wadah yang buruk jika memenuhinya dengan beberapa suap yang dapat menegakkan tubuhnya. Karena itu, apa yang dia harus lakukan adalah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk nafas.” (HR. Ahmad).

  • Segera Makan Makanan yang Sudah Disiapkan

“Jika makan malam sudah disajikan dan iqamah sholat dikumandangkan, maka dahulukan makan malam.” (HR. Bukhari).

  • Akhiri dengan Berdo’a

Jangan lupa untuk membaca do’a setelah makan, jika Anda sudah selesai menikmati hidangan yang disajikan.

Tinggalkan komentar