Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan sholat yang dianjurkan bagi umat muslim untuk memiliki kelapangan rezeki.

Sama halnya dengan beberapa sholat sunnah lain seperti sholat tahajud dan sholat rawatib, walaupun hukumnya sunnah atau tidak wajib dikerjakan, namun ada beberapa keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Dalam pelaksanaan sholat dhuha ini pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Baik untuk do’a ataupun waktu pelaksanaannya.

Apa yang Dimaksud Sholat Dhuha?

Sholat dhuha adalah sholat yang dilakukan pada saat matahari terbit sampai dengan matahari terasa panas atau menjelang masuknya sholat dzuhur.

Jumlah minimal untuk mengerjakan sholat ini adalah dua rakaat. Namun, akan lebih baik jika dilakukan 4 rakaat. Nah, yang paling sempurna dalam pelaksanaan sholat dhuha ialah dilakukan sebanyak 6 rakaat.

Walaupun waktu sholat dhuha pengerjaannya bisa dilakuan saat matahari terbit sampai dengan terasa panas sebelum sholat dzhuhur, namun disarankan bahwa dilakukan setelah seperempat siang yakni sekitar pukul 9 pagi.

Nah, ada pula waktu yang diharamkan untuk melaksanakan sholat sunnah yang satu ini. Yakni setelah shubuh sampai dengan terbit matahari serta setelah ashar sampai tenggelamnya matahari.

“Sesungguhnya Rasulullah melarang dua sholat. Melarang sholat setelah sholat shubuh hingga terbit matahari dan setelah ashar hingga terbenam matahari.” (H.R Al-Bukhari).

Hukum Sholat Dhuha

Mungkin, sebagian orang belum tahu tentang hukum sholat dhuha yang satu ini. Mayoritas ulama dari empat mahzab mengatakan bahwa sholat sunnah dhuha hukumnya ialah sunnah muakkadah.

Hal ini merupakan pendapat dari mazhab syafi’I serta madzhab mayoritas para ulama. Tak hanya itu, hukum sholat ini juga merupakan pendapat dari para ulama muta’akhirin.

Sunnah muakkadah ini merupakan sebuah amalan yang dilaksanakan untuk menyempurnakan ibadah wajib serta dianjurkan untuk dilaksanakan karena tingkatan yang dimilikinya hampir mendekati ibadah wajib.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha

Dalam pelaksanaannya, sholat dhuha tidak boleh dilakukan secara sembarangan terutama dalam hal niatnya. Berikut ini adalah tata cara sholat dhuha yang wajib untuk Anda ketahui.

  • Niat sholat dhuha

Hal pertama yang harus dilakukan ialah dengan membaca niat sholat sunnah yang satu ini. Niat tersebut boleh dibaca dalam hati ataupun dilafalkan. Lalu, bagaimana dengan bacaannya?

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnatad dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa”

Artinya : Aku menyengaja sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.

  • Melakukan takbirotul ihram
  • Membaca do’a iftitah (disunnahkan)
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Dilanjutkan dengan membaca suratan pendek (surat Ad-Dhuha)
  • Melaksanakan ruku’ dengan tuma’ninah
  • Selanjutnya I’tidal dengan tuma’ninah
  • Dilanjutkan sujud dengan membaca bacaan sujud secara khusyuk dan tuma’ninah
  • Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Melakukan sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua
  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca suratan pendek As-Syams
  • Dilanjutkan ruku’ dengan tuma’ninah
  • Lalu, I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Berikutnya duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Melaksanakan sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Diakhir dengan tasyahud akhir yang dilakukan secara tuma’ninah
  • Diakhiri dengan salam.
  • Membaca do’a sholat dhuha

Tuma’ninah yang dimaksud di atas ialah melaksanakan setiap gerakan sholat dengan cara diam sejenak dengan ukuran seperti membaca tasbih.

Do’a Setelah Sholat Dhuha

Setelah Anda menyelesaikan sholat dhuha, maka jangan lupa untuk membaca do’a sholat dhuha. Berikut ialah do’a yang dianjurkan untuk dibaca.

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

“Allohumma innad dhuhaa’a dhuhaa’uka, wal bahaa’uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka”

Artinya: Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.

اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

“Allahumma in kaana rizqii fis samaa’I fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana mu’siran (mu’assaran) fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qarribhu, bi haqqi duhaaika wa bahaaika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika. Aatinii maa atayta ‘ibaadakas shaalihiin.

Artinya: Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlan. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, suckanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hal duha, keelokan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang shaleh.”

Keutamaan Sholat Dhuha

Setelah Anda mengetahui tata cara mengerjakan sholat dhuha ini, maka Anda juga harus mengetahui keutamaan atau manfaat sholat dhuha.

Ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan. Hal ini karena dengan melaksanakan sholat dhuha, sama saja Anda telah mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata. “Rasulullah, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat dhuha (setiap hari), dan sholat witir sebelum tidur.”

Keutamaan atau fadhilah yang bisa Anda dapatkan ketika melaksanakan sholat dhuha ialah sebagai berikut.

  • Memiliki wajah yang berseri

    Sebelum melaksanakan sholat dhuha, tentu Anda akan melaksanakan wudhu sebagai syarat sah sholat bukan? Nah, jika Anda rajin berwudhu lebih dari lima kali dalam sehari, maka bisa memancarkan cahaya pada wajahnya.
    Selain itu, wudhu juga bisa membuat seseorang dilindungi dalam berbagai macam bahaya karena orang tersebut selalu dalam keadaan suci.
  • Mendapatkan rezeki yang cukup

    Sholat dhuha menjadi jalan keluar bagi mereka yang mengalami rezeki sempit. Tentunya, kecukupan rezeki menjadi hal yang sangat penting. Tidak sedikit orang yang sudah memiliki banyak harta namun tidak pernah merasa cukup.

    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Allah akan mencukupkan rezeki bagi siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha. Bunyi hadits tersebut ialah, “Wahai anak Adam, janganlah egkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu (rezeki) di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmda).
  • Pahalanya sama dengan sedekah

    Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadist, “Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya.” (HR. Muslim).

    Jadi, sedekah tidak hanya dapat dilakuan dengan menggunakan harta ataupun uang. Namun, sedekah juga bisa dilakukan dengan cara tersenyum, berdzikir, bahkan melaksanakan sholat dhuha dua rakaat.
  • Mendapatkan rumah di surga

    Keutamaan terakhir dari sholat dhuha ialah Allah akan memberikan ganjaran bagi mereka yang rutin melaksanakan sholat dhuha dengan membuatkan rumah di surga.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang (melaksanakan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat dan 4 rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)

Dengan keutamaan yang dimiliki oleh sholat dhuha ini, apakah Anda masih ingin meninggalkannya? Bagi Anda yang belum terbiasa melaksanakan sholat sunnah tersebut, maka bisa dimulai dengan melaksanakan 2 rakaat sholat dhuha dan terus ditambah jumlah rakaatnya setiap hari.

Tinggalkan komentar