Sholat Gerhana Bulan dan Matahari

Sholat Gerhana – Gerhana merupakan fenomena langka yang tidak terjadi setiap waktu. Butuh waktu lama untuk bisa melihat kebesar Allah SWT tersebut.

Tak heran jika tidak sedikit orang yang menanti kedatangan gerhana matahari atau bulan agar bisa melihatnya secara langsung.

Namun, bagi umat muslim yang beriman, momen langka ini merupakan momen untuk meningkatkan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melaksanakan sholat gerhana.

Tak hanya itu, banyak dari mereka yang memanjatkan do’a karena waktu tersebut merupakan waktu yang mustajab untuk berdo’a.

Pengertian Sholat Gerhana

Dalam bahasa Arab, sholat gerhana ini disebut dengan kusuf dan sekaligus khusuf. Secara bahasa, kedua kata tersebut memiliki makna yang sama.

Tetapi, mahsyur di kalangan ulama, penggunaan kedua kata itu cukup dibedakan. Dimana, kata khusuf digunakan untuk gerhana bulan, sedangkan kata kususf digunakan untuk gerhana matahari.

Khusuf merupakan sebuah peristiwa saat cahaya bulan menghilang baik itu sebagian ataupun total pada saat malam hari, hal ini dikarenakan terhalang oleh bayangan bumi, dimana posisi bulan berada di belakang bumi dan juga matahari.

Kusuf ialah peristiwa saat sinar matahari menghilang baik sebagian ataupun total yang terjadi pada siang hari dikarenakan terhalang oleh bulan yang sedang melintas di antara bumi dan matahari.

Hukum Sholat Gerhana

Beberapa ulama menyepakati bahwa hukum dari sholat gerhana ini adalah sunnah muakkadah. Dalil tentang sholat ini ada pada salah satu ayat di Al-Qur’an yang berbunyi:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya.” (QS. Fushshilat : 37).

Tata Cara Sholat Gerhana

Terdapat dua sholat gerhana yang bisa dilaksanakan oleh seorang muslim. Yaitu sholat gerhana bulan dan sholat gerhana matahari.

Sholat Gerhana Bulan

Dalam bahasa Arab, sholat gerhana bulan ini disebut dengan khusuf. Untuk waktu pelaksanaan dari sholat ini ialah saat awal terjadinya gerhana sampai berakhirnya gerhana bulan.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Oleh karena itu bila kalian melihatnya, maka berdo’alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali terang.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Berikut tata cara untuk melaksanakan sholat gerhana  bulan:

1. Membaca niat

Lafadz niat sholat gerhana bulan untuk imam yaitu:

Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini imaaman lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

  • Lafadz sholat gerhana bulan untuk makmum:

Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

  • Lafadz sholat gerhana bulan sendirian:

Usholli sunnatal khusuufi rok’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

2. Takbiratul ihrom.

3. Membaca surat Al-Fatihah.

4. Membaca surat yang ada di dalam Al_Qur’an, diutamakan untuk membaca surat yang panjang.

5. Ruku’
(disunnahkan dalam melaksanakan ruku’ dengan waktu yang lama seperti pada saat berdiri).

6. Berdiri kembali dan membaca surat Al-Fatihah dan dilanjut dengan surat lainnya (disunnahkan untuk surat yang lebih pendek dari surat sebelumnya).

7. Ruku’ kembali
disunnahkan waktunya lebih pendek jika dibandingkan dengan ruku’ pertama.

8. I’tidal

9. Sujud pertama.

10. Duduk diantara dua sujud.

11. Sujud kedua.

12. Berdiri kembali (rakaat kedua). Tata caranya seperti pada rakaat pertama.

13. Tahiyat akhir.

14. Salam.

Setelah selesai sholat, maka imam akan menyampaikan khutbah kepada jamaah yang mana khutbah tersebut berisikan tentang anjuran untuk senantiasa berdzikir, beristighfar, berdo’a, sedekah serta membebaskan budak.

Pada waktu selesai salam, maka disunnahkan pula untuk berdo’a, karena pada waktu ini merupakan waktu yang mustajab untuk berdo’a.

Sholat Gerhana Matahari

Dalam bahasa Arab, sholat gerhana matahari disebut dengan kusuf. Nah, untuk tata cara dari sholat ini pun sama dengan sholat gerhana bulan. Dalilnya ada pada sabda Nabi Muhammad SAW, yang berbunyi:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu sholatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).” (HR. Bukhari Muslim).

Ibnu Mundzir juga berkata, bahwa “Sholat gerhana bulan dilakukan sebagaimana sholat gerhana matahari.” (Ibnu Mundzir, Al Iqna’, 1/124-125).

Nah, yang membedakan antara kedua sholat tersebut ialah pada niatnya. Untuk niat dari sholat gerhana matahari (kusuf) sendiri ialah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan likusuufis syamsi rok’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Selanjutnya, gerakan sholat dan bacaan do’a pun sama seperti sholat gerhana bulan.

Nah, jangan lupa juga untuk melaksanakan sholat sunah wudhu setelah Anda mensucikan diri dengan berwudhu dan sebelum melaksanakan sholat gerhana.

Do’a  Sholat Gerhana

Waktu setelah melaksanakan sholat gerhana ialah waktu yang mustajab untuk berdo’a. Oleh karena itu, Anda bisa memanjatkan do’a apapun  asal do’a tersebut tidak berisikan hal buruk ataupun yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Keutamaan Sholat Gerhana

Sholat gerhana pun memiliki beberapa keutamaan. Salah satunya ialah untuk meningkatkan takwa kepada Sang Pencipta atas fenomena gerhana yang terjadi dilangit. Selain itu, masih ada lagi keutamaan lainnya dari sholat gerhana ini.

1. Mengingat Kekuasaan Allah SWT

Bagi seseorang yang beriman, melaksanakan sholat ini merupakan bentuk keimanan untuk mengingat kekuasaan Allah yang Maha Besar.

Dalam sabda Rasulullah SAW pada khutbahnya setelah melaksanakan sholat gerhana menjelaskan tentang kekuasaan Allah saat terjadinya gerhana, yaitu:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah.”

2. Agar Manusia Takut Kepada Allah SWT

Di dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa terjadinya gerhana baik bulan atau matahari ialah intuk menakut-nakuti manusia supaya takut kepada Allah SWT. Hal tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi bersabda:

“Sesungguhnya ketika tertutup cahaya matahari dan bulan (gerhana) bukanlah sebab karena ada yang mati atau karena ada yang hidup. Namun, itu adalah tanda kuasa Allah untuk menakut-nakuti hamba-Nya dengan terjadi gerhana tersebut.”

3. Membuktikan Keimanan Orang Muslim

Dengan adanya fenomena tersebut merupakan momen untuk membuktikan keimanan bagi para orang mukmin.

Jadi, alangkah baiknya jika akan muncul gerhana bersiap-siap untuk melaksanakan sholat gerhana.

Tentunya, tata cara dari sholat gerhana ini berbeda dengan sholat jenazah dan beberapa sholat sunnah lainnya. Hal tersebut karena pada gerakan ruku’ diutamakan untuk dilakukan dalam waktu yang lama.

Pelaksanaan sholat gerhana bagi seorang muslim tentu bukan tanpa sebab. Ini sebagai bentuk bukti keimanan seorang muslim sebagai hamba yang taat dan untuk melihat kebesaran Allah SWT atas fenomena gerhana yang terjadi.

Tinggalkan komentar