Sholat Hajat

Tata Cara Melaksanakan Sholat Hajat untuk Terkabulnya Sebuah Do’a

Allah memerintahkan bagi setiap muslim yang memiliki hajat dan ingin hajatnya dikabulkan ialah dengan melakukan sholat hajat.

Akan tetapi, keinginan yang harus dicapai tersebut bukanlah keinginan yang melanggar syariat Islam dan perintah Allah SWT.

Nah, biasanya sholat sunnah ini dikerjakan ketika seseorang ingin mendapatkan karier yang baik, disembuhkan dari penyakit ataupun meminta jodoh yang baik.

Pengertian Sholat Hajat

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI), pengertian hajat adalah maksud; keinginan; kehendak; kebutuhan atau keperluan.

Seperti yang sudah diketahui, pengertian sholat hajat ini adalah sholat sunnah yang dikerjakan oleh seseorang ketika memiliki keinginan ataupun hajat, yang mana orang tersebut berharap bahwa keinginannya tersebut bisa dikabulkan.

Sama seperti sholat taubat, sholat hajat ini boleh dikerjakan kapan saja baik siang atau malam, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat hajat.

Dalil tentang sholat hajat ini ada pada Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq yang mana menyebutkan tentang hajat. Dalil tersebut mengutip pada hadis shahih dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua rakaat dengan sempurna maka Allah Ta’ala memberi apa yang ia minta, baik segera maupun lambat.: (HR. Ahmad).

Tak hanya itu, bahkan Imam Ghaali dalam Ihya’ Ulumuddin menulis sebuah kutipan yang artinya,

“Yang kedepalan (dari beberapa sholat sunnah yang memiliki sebab) adalah sholat hajat. Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu, baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah ia melaksanakan sholat (hajat) ini.”

Waktu yang Dianjurkan untuk Melaksanakan Sholat Hajat

Sebenarnya, tak ada waktu khusus untuk dilaksanakannya sholat sunnah yang satu ini. Anda bisa melaksanakan sholat tersebut baik siang ataupun malam asal tidak pada beberapa waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat.

Bahkan, Anda juga bisa melaksanakannya setelah atau sebelum melakukan sholat istikharah.

Walaupun tidak ada batasan waktu untuk melaksanakannya, namun waktu sholat hajat yang paling mustajab ialah pada saat malam hari terutama pada sepertiga malam terakhir.

Tata Cara Melaksanakan Sholat Hajat

Sebelum memulai sholat sunnah ini, tentu Anda harus membaca niatnya terlebih dahulu. Niat dari sholat hajat sangat mudah untuk dilafalkan. Bagi Anda yang belum mengetahui bagaimana niat sholat hajat, berikut pelafalannya.

“Usholli sunnatal haajati rok’ataini lillahi ta’aalaa”

Artinya: Aku berniat sholat hajat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Tata cara sholat hajat sendiri hampir sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Namun yang membedakan ialah pada bagian niat. Sedangkan, jumlah rakaat untuk sholat tersebut ialah 2 rakaat.

Tetapi, jumlah tersebut bisa lebih sesuai penjelasan Imam Ghozali pada kitabnya yakni Ihya Ulumuddin yang mana sholat hajat bisa dilaksanakan sampai dengan 12 rakaat.

Nah, berikut tata cara sholat hajat yang bisa Anda lakukan:

  1. Membaca niat sholat hajat.
  2. Melakukan tahbirotul ihrom (dilaksanakan dengan berdiri bagi yang mampu).
  3. Membaca do’a iftitah (sunnah)
  4. Membaca surat Al-Fatihah
  5. Membaca surat Al-Qur’an (bisa bebas memilih yang mana saja, namun diutamakan membaca Surat Al-Kafirun 3 kali).
  6. Dilanjutkan gerakan ruku’ secara tuma’ninah.
  7. Kemudian I’tidal secara tuma’ninah.
  8. Sujud dengan tuma’ninah.
  9. Duduk diantara dua sujud, tetap dengan tuma’ninah.
  10. Melaksanakan sujud kedua dengan tuma’ninah.
  11. Berdiri kembali dan melaksanakan rakaat kedua. Pada bacaan suratan pendek, diutamakan untuk membaca Surat Al-Iklhas sebanyak 3 kali.
  12. Lakukan gerakan sholat pada umumnya, kemudian jangan lupa membaca tahiyat akhir beserta do’anya.
  13. Diakhiri dengan salam.

Membaca Do’a Setelah Melaksanakan Sholat Hajat

Apabila Anda telah selesai melaksanakan sholat sunnah yang satu ini, maka Anda juga harus membaca do’anya. Namun, untuk membaca do’a tersebut ada tata caranya.

Setelah melakukan salam, alangkah baiknya jika Anda bersujud (sebagai wujud untuk merendahkan diri kepada Sang Pencipta), kemudian membaca dzikir seperti berikut ini.

“Subhahanallah walhamdulillah walaailaaha illallah waallahu akbar walaa haula wa quwwata illaa billahil ‘aliiyil ‘adzim” dilakukan sebanyak 10 kali.

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad”  dilakukan sebanyak 10 kali.

Terakhir, “Rabbanaa aatinaa fidunyaa hasanah wa fil’akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar”.

Berdo’a setelah selesai melaksanakan sholat hajat ada tata caranya sendiri. Berikut tata caranya:

  • Membaca Al-Fatihah

Bertawasul dengan memberikan hadiah Surat Al-Fatihah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Tidak lupa pula untuk para ulama, guru, orang tua dan semua umat muslim.

  • Membaca Surat yang Ada Di Dalam Alqur’an

Bacalah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan juga ayat kursi masing-masing sebanyak 3 kali.

  • Membaca Do’a Setelah Sholat Hajat

“Laa ilaha illallohul halimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As ‘aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qohoitahaa yaa arhamar roohimiin”.

Artinya: Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa.

Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.

  • Sampaikan Hajat yang Anda Inginkan dengan Bahasa Sendiri

Keutamaan Sholat Hajat

Ada beberapa keutamaan yang bisa didapatkan jika Anda melaksanakan sholat sunnah yang satu ini. Dimana, keutamaan sholat hajat ini ialah sebagai berikut:

  • Mempercepat terkabulnya sebuah do’a

Sholat hajat merupakan sholat yang ditunaikan saat Anda memiliki sebuah hajat. Bacalah do’a sholat hajat dengan khusyuk dan istiqomah dalam melaksanakannya, insyaAllah do’a Anda akan terkabul cepat atau lambat.

  • Terhindar dari bahaya

Pada saat Anda sedang berada dalam kesulitan atau bahaya, maka laksanakanlah sholat hajat untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.

“Dan mintalah pertolongan kepada TuhanMu dengan melaksanakan sholat dan dengan sikap sabar” (QS. Al-Baqarah : 45).

  • Diampuni segala dosa dan ditinggakan derajatnya

“Hendaknya engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” (HR. Muslim).

  • Bersama Rasulullah Di Surga

Tentunya, bersama Rasulullah SAW di surga menjadi semua umat muslim. Oleh karena itu, perbanyak melakukan sholat hajat dan berdo’a agar bisa bersama dengan Rasulullah di surga.

  • Dicintai Allah SWT

Dengan melaksanakan sholat hajat, artinya Anda berserah diri kepada Allah SWT dan mengharap belas kasihnya. Hal inilah yang membuat Allah semakin cinta kepada mereka yang rutin melangitkan do’a-do’a dan melaksanakan sholat hajat.

Kini, sudah tidak ada alasan lagi untuk melaksanakan sholat hajat karena sudah dijelaskan tentang tata cara beserta do’a sholat hajat di atas.

Tak hanya itu, dengan mengetahui keutamaan dari sholat sunnah ini juga membuat Anda semakin rajin untuk menunaikannya.

Tinggalkan komentar