Sholat Idul Adha

Tata Cara dan Keutamaan yang Sangat Besar dari Sholat Idul Adha.


Penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha merupakan momen untuk mengingat peristiwa Nabi Ibram A.S yang akan menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail A.S karena perintah Allah Ta’ala.

Sebelum dilakukan penyembelihan hewan kurban, maka umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat Idul Adha terlebih dahulu. Sholat sunnah dua rakaat tersebut biasanya dilaksakan di tanah terbuka seperti lapangan.

Nah, untuk pembahasan yang lebih jelas tentang sholat sunnah yang satu ini, berikut penjelasan tentang sholat Idul Adha beserta tata cara dan juga keutamaannya.

Pengertian Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha ialah sholat yang dilaksanakan pada pagi hari di Hari Raya Idul Adha. Biasanya, sholat sunnah ini dilaksanakan di tanah terbuka seperti lapangan. Namun, juga bisa dilaksanakan di masjid jika terjadi kendala cuaca seperti hujan atau yang lainnya.

Sholat Idul Adha ini merupakan amalan khusus yang ada di hari Raya Iduk Adha. Pahala yang bisa didapat bagi siapa saja yang mengerjakannya pun sangat luar biasa.

Bahkan, Rasulullah SAW sendiri memerintahkan baik laki-laki, perempuan, tua, atau muda untuk mengikuti sholat sunnah tersebut.

Keutamaan dari sholat ini ternyata juga cukup besar, dimana Nabi SAW juga memerintahkan wanita yang sedang haid untuk ikut serta menyaksikan pelaksanaan sholat tersebut meski harus menjauh dari tempat sholat.

Hal tersebut dijelaskan pada sebuat hadits dari Ummu Athiyyah r.a, yaitu:

أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَ فِيْ عِيْدَيْنِ العَوَاطِقَ وَالْحُيَّضَ لِيَشْهَدْناَ الخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَعْتَزِلَ الْحُيَّضُ الْمُصَلِّى

Artinya: “Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami keluar menghadiri sholat Ied bersama budak-budak perempuan dan perempuan-perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khutbah. Namun, beliau menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hukum Sholat Idul Adha

Lalu, bagaimana dengan hukum dari sholat Idul Adha? Hukum dari sholat tersebut sama dengan sholat Idul Fitri yakni sunnah muakkadah yang berarti sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Dasar hukum mengapa sholat ini sunnah dan bukan wajib yakni berasal dari jawaban Nabi Muhammad SAW pada saat ditanya oleh seseorang. Beliau bersabda:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِى الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ . فَقَالَ هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ

Artinya: “Sholat lima waktu sehari semalam.” Orang itu bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban (sholat) lain)” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali engkau mengerjakan sholat sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha merupakan sholat yang dilakukan secara berjamaah dan diakhiri dengan mendengarkan khutbah dari khatib.

Ada beberapa hal yang terkait dengan pelaksanaan sholat sunnah yang satu ini, berikut penjelasannya.

  • Tidak Ada Adzan dan Iqomah

    Sholat Idul Adha merupakan sholat yang tidak didahului dengan menggunakan adzan serta tidak pula diakhiri dengan menggunakan iqomah. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam sebuah hadits dari Jabir bin Samurah r.a, yakni:

    صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

    Artinya: “Aku beberapa kali melaksanakan sholat Ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan ataupun iqomah.
  • Tidak ada Sholat Qobliyah dan Ba’diyah

    Selain tidak ada adzan dan iqomah, ternyata sholat Idul Adha ini juga tidak ada qobliyah dan juga ba’diyah.

    Pembahasan ini sudah ada pada hadits Ibnu Abbas r.a, yaitu:

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

    Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan sholat ‘Ied dua rakat, namun beliau tidak mengerjakan sholat qobliyah maupun ba’diyah. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Itu dia beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melaksanakan sholat Idul Adha. Lalu, bagaimana dengan tata cara sholatnya? Mari simak pembahasan berikut ini.
  1. Membaca niat sholat Idul Adha

    Lafadz niat sholat Idul Adha untuk imam:
    اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
    Usholli sunnatan ‘iidiil adha rok’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

    Lafadz niat sholat Idul Adha untuk makmum:
    اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
    Usholli sunnatan ‘iidiil adha rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Sata niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
  2. Takbiratul ihrom.
  3. Takbir kembali (takbir zawa-id) yang dilakukan sebanyak tujuh kali. Di antara takbir tersebut, disunnahkan untuk membaca dzikir memuji Allah SWT.
  4. Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjut dengan membaca surat lainnya.
  5. Ruku’ .
  6. I’tidal.
  7. Sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud kedua.
  10. Kemudian berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.
  11. Takbir zawa-id yang dilakukan sebanyak lima kali. Di antara takbir tersebut disunnahkan untuk membaca dzikir memuji Allah SWT.
  12. Setelah itu, gerakan dilanjutkan seperti melaksanakn sholat sunnah pada umumnya.
  13. Duduk tasyahud dan diakhir dengan salam.

Jika pelaksanaan sholat tersebut telah usai, maka jamaah harus mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh khatib.

Do’a  Sholat Idul Adha

Pada saat melaksanakan takbir zawa-id, maka diantara takbir tersebut dianjurkan untuk membaca dzikir serta memuji Allah SWT. Berikut lafadz dari dzikir tersebut:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.

Artinya: “Maha Suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Keutamaan Sholat Idul Adha

Meski hukum dari sholat Idul Adha adalah sunnah muakkad, namun sholat tersebut memiliki beberapa keutamaan. Keutamaan-keutamaan tersebut tentu hanya akan didapat oleh mereka yang melaksanakannya. Apa sajakah itu?

Dihapus Dosanya Selama 1 Tahun

Keutamaan ini bisa didapat jika melaksanakan puasa Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sebelum dilaksanakannya sholat Idul Adha. Barangsiapa yang melaksanakan puasa tersebut maka dosanya selama 1 tahun akan diampuni oleh Allah SWT.

Mendapat Pahala yang Berlipat Ganda

Keutamaan ini ada pada sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tiada hari yang di dalamnya ada suatu amal yang paling dicintai Allah kecuali hari-hari itu (Hari Raya Idul Adha).”

Memperat Tali Silaturahmi

Sholat Idul Adha ini juga bisa mempererat tali silaturahmi. Dimana, sholat tersebut dilakukan secara berjamaah dan di tanah yang luas. Sehingga, Anda bisa bertemu dengan sesama muslim lainnya yang sebelumnya sangat sulit untuk bertemu karena kesibukan masing-masing.

Di atas merupakan keutamaan yang dimiliki oleh sholat Idul Adha. Walaupun hanya sholat sunnah, namun pengerjaannya sangat dianjurkan karena pahala yang didapatkan begitu besar.

Selain itu, ada pula sholat sunah safar yang memiliki keutamaan dan pahala untuk siapa saja yang mengerjakannya.

Tinggalkan komentar