Sholat Istisqho

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Istisqho untuk Meminta Hujan Kepada Allah SWT


Saat menghadapi bencana kekeringan yang terjadi, Islam sudah memerintahkan untuk melaksanakan sholat istisqho. Yang mana, sholat tersebut dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan dilakukan di lapangan terbuka.

Sholat sunnah ini merupakan bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah SWT tentang bencana yang sedang dihadapinya. Sebelum melaksanakan sholat tersebut, juga dianjurkan untuk banyak membaca istighfar agar Allah SWT memberi ampunan dan menurunkan rahmat bagi semua mahkluk bumi.

Pengertian Sholat Istisqho

Sholat Istisqho ialah sholat yang ditujukan untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Sholat yang satu ini dilaksanakan ketika suatu wilayah sedang mengalami musim kemarau panjang sehingga menyebabkan kekeringan dimana-mana.

Pelaksanaan dari sholat ini sebenarnya sama dengan sholat Ied yang dilakukan pada hari raya idul fitri. Namun, yang membedakannya ialah pada pelaksanaan khutbah.

Sebelum melaksanakan sholat istisqho, para jamaah dianjurkan untuk banyak membaca istighfar (memohon ampun kepada Allah SWT dari segala dos yang pernah dilakukan).

Dengan beristighfar, maka Allah akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya dan melimpahkan rahmat-Nya. Hal ini akan membuat Allah SWT menjadi ridho dengan keinginan kita supaya terbebas dari bencana kekeringan.

Penjelasan tersebut sesuai dengan firman Allah SWT yang ada di dalam surat Hud ayat 52, yakni:

“Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhan kalian, kemudian bertaubatlah kalian kepada-Nya (Allah SWT), pasti Dia akan menurunkan hujan yang sangat lebat atas kalian, dan Dia (Allah SWT) akan menambahkan kekuatan pada kekuatan kalian. Dan janganlah kalian berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud : 52).

Tak hanya itu, bahkan ada pula dalil yang memerintahkan untuk melaksanakan sholat istisqho. Nabi Muhammad SAW yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Zaid r.a, yakni:

“Baginda Rasulullah SAW pernah pergi (keluar) ke lapangan untuk melaksanakan sholat meminta hujan, beliau kemudian menghadap ke kiblat dan membalikkan selendangnya kemudian sholat dua rakaat (sholat istisqha)” (Muttafaqun ‘Alaih).

Hukum Sholat Istisqho

Hukum dari sholat istosqho ini adalah sunnah muakkad yang mana berarti sangat dianjurkan.

Hal ini merupakan wujud berserah diri kepada Allah SWT untuk dihilangkan dari segala bencana termasuk bencana kekeringan yang sedang melanda.

Sholat ini sudah tidak dianjurkan lagi untuk dilaksanakan jika mulai turun hujan ataupun sudah keluar mata air dari sumbernya.

Tata Cara Sholat Istisqho

Sholat istisqho sendiri dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Dimana, untuk tata cara sholat ini sama seperti sholat idul fitri. Untuk lebih lengkapnya, mari simak penjelasan berikut:

  1. Membaca niat sholat istisqho

    Sebelum melaksanakan sholat, tentunya Anda harus membaca niatnya terlebih dahulu. Niat sholat istisqho boleh dibaca dalam hati ataupun dilafadzkan secara langsung, baik dengan menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa Indonesia.

    Untuk bacaan niatnya ialah sebagai berikut:
    Ushallii sunatal istisqaa’I rak’ataini (imaaman/ma’muuman) lillaahi ta’aalaa.
    Artinya: “Aku menyengaja sholat sunah minta hujan dua rakaat (sebagai imam/makmum Karena Allah Ta’ala.”
  2. Melaksanakan sholat dua rakaat
  3. Rakaat pertama, lakukan takbir sebanyak tujuh kali. Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu, dilanjutkan dengan gerakan ruku’, I’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua (gerakan sama seperti sholat sunah lainnya).
  4. Rakaat kedua, lakukan takbir sebanyak lima kali. Setelah itu, membaca surat Al-Fatihah. Dilanjutkan dengan gerakan ruku’, I’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kembali, diakhiri dengan salam.
  5. Khotbah sholat istisqho bisa dilakukan sebelum atau setelah melaksanakan sholat
  6. Ulama berpendapat jika pelaksanaan khotbah dari sholat istisqho lebih utamanya dilaksanakan setelah mengerjakan sholat.
  7. Sebelum dilakukan khotbah pertama, maka khatib harus membaca istighfar sebanyak sembilan kali terlebih dahulu.
  8. Sebelum dilakukan khotbah kedua, maka khotib harus membaca istighfar sebanyak tujuh kali.

Do’a Sholat Istisqho

Setelah melaksanakan sholat istisqho ini, maka Anda harus membaca do’anya. Berdasarkan Busyral Karim karya Sa’id bin Muhammad Ba’asyin, bacaan do’a setelah melaksanakan sholat istisqho ialah sebagai berikut:

Allaahummasqiina ghaitsan mughiitsan hanii’an mariian (lan riwayat murii’an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan daa’iman.

Allahummasqinaal ghaitsa, wa laa taj’alnaa minal qaanithiin.

Allaahumma inna bil ‘ibaadi wal bilaadi wal bahaa’imi wal khalqi minal balaa’I wal juhdi wad dhanki maa laa nasykuu illaa ilaika.

Alaahumma anbit lanaz zar’a, wa adirra lanad dhar’a, wasqinaa min barakaatis samaa’I, wa anbit lanaa mina barakaatil ardhi.

Allaahummarfa’ ‘annal jahda wal juu’a wal ‘uraa, waksyif’annal balaa’a maa laa yaksyifuhuu ghairuka.

Allaahumma innaa nastaghfiruka, innaka kunta ghaffaaraa fa arsilis samaa’a ‘alaina midraaraa.

Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong,mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh dan bermanfaat abadi.

Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami orang yang putus harapan.

Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri dan jenis hewan dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik dan kesempitan, kami tidak mengadu selain kepada-Mu.

Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turukan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berka bumi-Mu.

Ya Allah, angkatlah kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan dari bahu kami. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu.

Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau Maha Pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.”

Jika hujan sudah turun, maka dianjurkan untuk melaksanakam sujud syukur dan bertasbih, atau bisa dengan membaca do’a sebagai berikut:

اللّهُمَّ اجْعَلهُ صَيِّبَاً هَنِيئاً نافعاً. اللهم حوالينا ولا علينا.ويقولون: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan yang menyejahterakan dan dapat bermanfaat. Ya Allah, turunkanlah (rahmat hujan ini) di sekeliling kami bukan adzab bagi kami.

Setelah itu, para jamaah mengucapkan, “Hujan turun dengan karunia Allah SWT.”

Keutamaan Sholat Istisqho

Ada beberapa keutamaan yang harus Anda ketahui tentang dilaksanakannya sholat istisqho yang satu ini. Berikut di antaranya:

Mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW

Dengan melaksanakan sholat istisqho, manusia diajarkan untuk hanya berharap kepada Allah SWT saja Yang Maha kuasa akan segala yang terjadi di bumi dan di langit.

Bukti kebesaran Allah SWT

Seperti yang dijelaskan pada surat Al-Baqarah ayat 186, bahwa manusia harus yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mendengar do’a para hamba-Nya dan kesulitan yang sedang dialami.

Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT

Sebelum melaksanakan sholat istisqho, para jamaah dianjurkan untuk banyak-banyak membaca istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dengan begitu, Allah akan memberikan ridho atas apa saja yang mereka inginkan, termasuk mengabulkan hajat kita agar Allah menurunkan hujan di tempat atau daerah yang mengalami kekeringan.

Mendidik manusia agar lebih sabar

Bencana kekeringan menjadi bencana yang cukup merugikan manusia dan beberapa makhluk hidup lainnya. Dari bencana inilah, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya yang taat untuk terus bersabar dan tidak mudah berputus asa dari karunia Allah SWT.

Sehingga ketika Allah mengabulkan untuk memberikan air, kita dapat menggunakan air tersebut untuk sesuatu yang positif seperti untuk minum, menanam tanaman dan menunjang ibadah seperti untuk wudhu, mandi dan lainnya.

Berbicara mengenai bab wudhu, ternyata ada lho sholat sunnah wudhu yang disunahkan oleh Nabi.

Membuka pintu rahmat Allah SWT

Turunnya hujan merupakan bentuk rahmat dari Allah yang mana tidak hanya menguntungkan manusia namun juga makhluk hidup lainnya.

Sholat istisqho menjadi bentuk kesabaran umat muslim dan keimanan yang teguh kepada Allah SWT.

Demikian pembahasan mengenai sholat sunah istisqho, semoga bermanfaat yah!

Tinggalkan komentar