Sholat Sunah Safar

Pastinya, Anda pernah ataupun sering melakukan perjalanan jauh baik itu dalam ataupun luar negeri. Dalam Islam, selain harus membaca do’a keluar rumah saat bepergian, maka juga harus melaksanakan sholat sunah safar.

Mungkin ada beberapa orang yang kurang paham atau bahkan belum mengetahui tentang sholat sunah tersebut. Padahal, sholat sunah safar sangat penting untuk dilaksanakan saat akan melakukan perjalanan jauh agar Allah SWT melindungi hamba-Nya saat dalam perjalanan.

Pengertian Sholat Sunah Safar

Sholat sunah safar merupakan sholat yang dianjurkan untuk dikerjakan saat keluar rumah untuk melakukan perjalanan jauh.

Nabi sendiri bahkan selalu melaksanakan sholat sunah ini saat akan bepergian jauh. Berdasarkan hadits dari Anas bin Malik, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُ صلى الله عليه وسلم لَا يَنْزِلُ مَنْزِلًا إِلَّا وَدَعَهُ بِرَكْعَتَيْنِ

Artinya: “Nabi SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali beliau meninggalkan tempat tersebut dengan sholat dua rakaat.” (HR. Al-Hakim).

Hukum  Sholat Sunah Safar

Terdapat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ

Artinya: “Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah sholat dua rakaat yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah sholat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.” (HR. Al-Bazzar; dinilai shahih oleh Al-Albani)

Tata Cara Sholat Safar

Tata Cara Sholat Sunah Safar niat dan juga bacaan sholatnya, maka sholat sunah safar ini cukup berbeda dengan sholat sunah lainnya. Namun, untuk jumlah rakaat dan juga gerakan sholat yang harus dilakukan ialah sama.

Sebelum melaksanakan sholat sunah safar, tentunya Anda harus membaca niatnya terlebih dahulu. Berikut adalah lafadz niat sholat safar:

اُصَلّي سًنّةَ السَّفَرِرَكْعَتيْنِ للّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas safari rak’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat sholat sunah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Jika Anda sudah membaca niat, maka dilanjutkan dengan melakukan sholat sunah dua rakaat. Untuk tata cara sholatnya masih sama seperti sholat sunah lainnya. Namun, untuk bacaan dari sholat tersebut cukup berbeda.

Di rakaat pertama, setelah Anda selesai membaca surat Al-Fatihah, maka dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kafirun.

Sementara itu, di rakaat kedua, setelah usai membaca surat Al-Fatihah, maka dilanjut dengan membaca surat Al-Iklhas.

Setelah Anda melaksanakan sholat sunah safar, jangan buru-buru untuk beranjak dari tempat sholat. Lanjutkan dengan membaca ayat kursi dan juga Al-Quraisy satu kali dan niatkan untuk menjadi pemelihara  Anda beserta rombongan dan juga yang ditinggalkan.

Tetap berserah diri kepada Allah SWT agar selalu berada dalam lindungan-Nya.

Do’a  Sholat Sunah Safar

Jangan lupa juga untuk membaca do’a sholat safar setelah membaca ayat kursi dan juga surat Al-Quraisy.

Do’a Sholat Safar

اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَالبِرَّوَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتَرْضَى , اَللَّهُمَّ هُوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاَطُوْ عَنّا بُعْدَهُ.اَللّهُمَّ اَنْتَ الصَاحِبُ فِى السّفَرِوَالْخَلِفَةً فى الأَهْلِ.اللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وكَابَةِ الْمَنْظَرِوَسُوْءِالْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ والأَهْلِ

Allahumma inna nas aluka fii safarina hazal birri wat taqwa wa minal ‘amali ma tardha. Allahumma hawwin ‘alaina safarona haza wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antas shohibu fis safari wal kholifatu fii ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’zais safari wa kabatil mandzar was u-il munqolabi fil mali wal ahli.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesugguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.”

Do’a Keluar Rumah

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَحَوْلَ ولاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ العَلِيِّ العَظِيْ

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah tiada daya dan kekuatan kecuali Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Do’a Safar (do’a ini dibaca saat akan berangkat dan ketika kendaraan mulai bergerak)

أللهُ أكْبَر، اللهُ أكْبَر، اللهُ أكْبَر *  سُبْحَانَ الذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ * اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعَثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, subhhaanalladzii sakhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa robbinaa lamungkolibunn, Allaahumm inna nasaluka fii safarinaa haadaa al-Birro wa at-Taqwaa, wa minal’amali maa tardhaa, Allaahumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa, wathwi ‘annaa bu’dahu, Allaahumma antasshoohibu fii as-safari, wa al-Kholiifatu fii al-Ahli, Allaahumma innii a’uudzubika min wa’tsaai as-Safari wa kaabatil manzhori wa suuil munqolabi fii al-Maali wa-Ahli.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini, kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluargaku.

Do’a Setiap Kali Memasuki Suatu Tempat

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Audzubika bikalimatillahi tammati min syarri ma khalaqa

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang Dia ciptakan.”

اَللّٰهُمَّ رَبَّ السَّمٰوٰتِ السَّبْعِ وَمَااَظْلَلْنَاوَالْاَ رَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَااَقْلَلْنَ وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَااَظْلَلْنَ وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَاذَرَيْنَ, اَسْأَلُكَ خَيْرَهٰذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرَ اَهْلِهَاوَخَيْرَمَافِيْهَاوَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَاوَشَرِّاَهْلِهَاوَشَرِّمَافِيْهَا

Allaahumma rabbas samaawaatis sab’I wamaa adhlalna wal aradiinas sab’I wamaa aqlalna warabbasu syayaathiini wamaa adhlalna warabbar riyaahi wamaa dzaraina as-aluka khaira haadzihil qaryati wakhaira ahlihaa wakhaira maa fiihaa, wana’uudzu bika min syarri haa wa syarri ahliihaa wa syarrii maa fiihaa.

Artinya: “Ya Allah, Rabb tujuh langit dan semua yang dinaunginya, Rabb tujuh lapis bumi dan semua yang dimuatnya, Rabb semua setan dan semua yang disesatkannya, dan Rabb angin dan semua tiupnya, aku memohon kepada-Mu kebaikan kampung ini, kebaikan penghuninya dan kebaikan apa yang terkandung di dalamnya. Dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, dari kejahatan penduduk dan dari kejahatan apa yang terkandung di dalamnya.”

Pembahasan lebih lengkap bisa baca Do’a Bepergian.

Keutamaan Sholat Sunah Safar

Keutamaan dari sholat sunah safar ini ialah untuk melindungi Anda dari keburukan pada saat keluar rumah. Tetaplah yakin kepada Allah SWT bahwa Allah-lah yang akan melindungi dan menjaga Anda beserta rombongan selama dalam perjalanan.

Tinggalkan komentar