Sholat Sunnah Rawatib

Selain diwajibkan untuk melaksanakan shalat 5 waktu, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunnah untuk menyempurnakan ibadah. Melaksanakan sholat sunnah rawatib menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dijalankan.

Meski hukumnya tidak wajib, namun hal tersebut bisa menjadi penyempurna sholat fardhu. Pelaksanaannya pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Penjelasan lebih lengkap ada pada pembahasan berikut ini.

Pengertian Sholat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib merupakan sholat sunnah yang dikerjakan untuk mengiringi shalat fardu. Nah, shalat ini terdiri dari shalat qobliyah (sebelum) serta ba’diyah (sesudah). Pengerjaan dari sholat sunnah ini tentu berbeda-beda dalam setiap kali shalat fardhu.

Jadi, dalam pelaksanaannya pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Anjuran mengerjakan shalat rawatib sendiri telah dijelaskan dalam sebuab hadits, Rasulullah SAW bersabda,

Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah sholat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan “Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (shalat) sunnah?” Jika memiliki amalan sholat sunnah, sempurnakan amalan sholat fardhu dengan amal sholat sunnahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardu lainnya seperti tadi.” (HR. Ibnu Majah).

Hukum Sholat Sunnah Rawatib

Hukum sholat sunnah rawatib ini ada dua. Hal tersebut disesuaikan dengan anjuran ditegakkannya sholat tersebut. Hukum tersebut terdiri atas sholat rawatib muakkad serta ghoiru muakkad.

Keduanya memiliki perbedaan, dimana sholat sunnah muakkad sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Berikut ini sholat yang termasuk ke dalam sholat rawatib berserta jumlah rakaat sholat sunnah rawatib:

  1. 2 rakaat sebelum sholat shubuh
  2. 2 atau 4 rakaat sebelum sholat dzuhur
  3. 2 atau 4 rakaat setelah sholat dzuhur
  4. 2 rakaat setelah sholat maghrib
  5. 2 rakaat setelah sholat isya’

Sedangkan, untuk sholat sunnah ghoiru muakkad merupakan sholat sunnah yang kurang ditekankan dalam pengerjaanya. Berikut yang termasuk ke dalam sholat sunnah ghoiru muakkad:

  1. 2 atau 4 rakaat sebelum sholat ashar
  2. 2 rakaat sebelum sholat magrib
  3. 2 rakaat sebelum sholat isya’

Tata Cara Melaksanakan Sholat Sunnah Rawatib

Dalam melaksanakan sholat sunnah rawatib memiliki tata cara yang sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Namun, yang berbeda ada pada bagian niatnya. Berikut tata cara sholat sunnah rawatib beserta bacaan niatnya.

1. Membaca Niat

Langkah pertama sebelum melaksanakan sholat tentu saja harus membaca niatnya terlebih dahulu. Di bawah ini bacaan niat sholat rawatib.

  • Niat sholat rawatib sebelum shubuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

 “Usholli sunnatash subhi rok’ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku berniat mengerjakan sholat sunnah sebelum shubuh 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

  • Niat sholat rawatib sebelum dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Usholli sunnatazh-zhuhri rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala”

Artinya: Aku berniat sholat sunnah sebelum dzuhur 2 rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

  • Niat sholat rawatib sesudah dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Uolli sunnataz-shuhri rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala”

Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah setelah dzuhur 2 rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

  • Niat sholat rawatib sesudah magrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِللهِ تَعَالَى

“Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyah mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala”

Artinya: Aku berniat mengerjakan sholat sunnah sesudah maghrib 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

  • Niat sholat rawatib sesudah isya’

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِللهِ تَعَالَى

“Usholi sunnatal isyaa’I rok’ataini ba’diyatta mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala.”

Artinya: Aku berniat melaksanakan sholah sunnah ba’diyah isya 2 rakaat, karena Allah ta’ala.

2. Takbiratul Ihram

Jika Anda sudah selesai membaca niat, kemudian angkatlah kedua tangan serta ucap takbiratul ihram.

Cara mengangkat tangan pada saat takbiratul ihram bagi laki-laki ataupun perempuan pun berbeda. Bagi laki-laki, tangan harus diangkat sejajar sampai dengan daun telinga. Sedangkan, bagi wanita tangan hanya sampai pada depan dada saja.

3. Membaca Iftitah

Bacaan sholat sunnah rawatib sama seperti bacaan sholat pada umumnya.

Membaca do’a iftitah dilakukan di dalam hati. Do’a yang satu ini merupakan do’a yang sangat penting dalam sholat. Hal ini karena do’a iftitah berisikan tentang pujian-pujian kepada Allah SWT.

Tak hanya itu, di dalam do’a tersebut juga tersurat permohonan untuk diampuni segala dosa-dosa yang pernah dilakukan.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Dalam melaksanakan sholat sunnah rawatib membaca surat al-fatihah menjadi sebuah kewajiban. Bahkan, jika meninggalkannya maka sholat yang dilakukan oleh seseorang tersebut kurang afdhol.

5. Membaca Suratan Pendek

Berbeda dengan sholah sunnat seperti sholat dhuha yang disunnahkam membaca surat As-Syamsi dan Ad-Dhuha, sholat rawatib ini dibebaskan untuk memilih suratan pendek. Asal, Anda bisa membaca surat tersebut dengan baik dan juga bisa membacanya sampai selesai.

6. Melaksanakan Ruku’ Tuma’ninah

Bacalah do’a ruku’ secara khusyuk dengan tuma’ninah. Tuma’ninah artinya diam sejenak pada saat melaksanakan ruku’. Baca sebanyak 3 kali.

7. I’tidal

Bangkitlah dari ruku’ kemudian bacalah doa i’tidal yang merupakan pernyataan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah serta terpujilah bagi semua milik-Nya.

8. Sujud Tuma’ninah

Bacalah do’a sujud dengan khusyuk dan jangan lupa untuk dilakukan secara tuma’ninah.

9. Duduk di antara dua sujud

Bacalah do’a di antara dua sujud, setelah itu kembali lakukan sujud yang kedua.

10. Tasyahud Akhir

Jika Anda sudah melakukan sujud kedua, maka berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua. Pada akhir sholat, bacalah tasyahud akhir dan jangan lupa baca do’anya agar terhindar dari fitnah kubur dan juga fitnah dajjal.

11. Salam

Membaca salam denngan menengokkan wajah ke kanan dan ke kiri merupakan penutup sholat sunnah.

Keutamaan Sholat Rawatib

Menurut syariat Islam, ada beberapa fadhillah/keutamaan sholat rawatib bagi yang melaksanakan. Apa sajakah itu? Mari simak penjelasannya berikut ini.

  • Merasakan Ketenangan Dunia dan Akhirat

Bagi siapa yang melaksanakan sholat sunnah rawatib ini, maka ia akan merasakan ketenangan baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut sudah tertera dalam Hadits Riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

  • Dilancarkan Jalannya untuk Masuk ke Surga

Setiap orang pasti ingin memiliki pengakhiran yang baik dengan masuk ke dalam surga. Hal tersebut bisa Anda capai dengan rutin melaksanakan sholat rawatib.

Seusai dengan hadis yang diriwatkan oleh At-Tarmidzi, yang berbunyi, “Barang siapa tidak meninggalkan dua belas rakaat pada sholat sunnah rawatib, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di wurga.”

  • Dijauhkan dari Api Neraka

Keuntungan lainnya dari sholat ini ialah akan dijauhkan dari api neraka terutama bagi seorang hamba yang melaksanakannya.

Di dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang menjaga 4 rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaatn sesudahnya, Allah haramkan dari api neraka.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi).

Demikian penjelasan tentang sholat sunnah rawatib yang terkadang masih sering dilupakan oleh sebagian orang.

Meski termasuk ke dalam sholat sunnah dan tidak wajib untuk dikerjakan, namun tentunya akan sangat sayang jika ditinggalkan mengingat pahala serta fadhilah dari sholat tersebut sangatlah banyak.

Tinggalkan komentar