Sholat Tahiyatul Masjid

Pada saat memasuki masjid, ada beberapa adab yang harus Anda ketahui. Salah satunya dengan melaksanakan sholat tahiyatul masjid.

Sholat sunnah ini dilaksanakan saat pertama kali masuk ke dalam masjid dan sebelum melaksanakan sholat fardhu ataupun sholat sunnah  yang lainnya.

Pengertian Sholat Tahiyatul Masjid

Sholat tahiyatul masjid adalah sholat yang dikerjakan pada saat jamaah masuk ke dalam masjid baik pada saat siang ataupun malam hari.

Sholat ini sebaiknya dilaksanakan sebelum duduk dan dikerjakan sebanyak dua rakaat. Sholat sunnah tersebut bertujuan untuk menghormati masjid. Hal ini seperti sabda Rasulullah SAW, yaitu:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ – رواه أحمد عن أبي هريرة

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kamu masuk masjid, maka janganlah ia duduk sehingga ia melaksanakan sholat dua rakaat.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).

Dari Jabir bin Abdillah rahiallahu’anhu, ia berkata:

جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ ، فَجَلَسَ ، فَقَالَ لَهُ : ( يَا سُلَيْكُ ، قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ، وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا)، ثم قال: (إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ ، وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا

“Sulaikh Al Ghathafani datang di hari Jum’at ketika Rasulullah SAW sudah berkhutbah. Sulaik pun duduk. Maka, Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Wahai Sulaik, berdirilah kemudian sholat dua rakaat dan percepatlah sholatnya.’ Kemudian, setelah itu Nabi bersabda: ‘Jika kalian mendatangi masjid di hari Jum’at ketika imam sudah berkhutbah, maka sholatlah dua rakaat dan percepatkan sholatnya.” (HR. Muslim No. 875).

Hukum Sholat Tahiyatul Masjid

Menurut jumhur melaksanakan sholat tahiyatul masjid hukumnya ialah sunnah muakkadah. Hal tersebut berdasarkan dari beberapa dalil seperti hadits Dhimam bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, yaitu tentang seorang badui yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:

فَإِذَا هُوَ يَسْأَلُ عَنِ الإِسْلَامِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَمْسُ صَلَوَاتٍ فِي اليَوْمِ وَاللَّيْلَةِ»، فَقَالَ: «هَلْ عَلَيَّ غَيْرُهَا؟» قَالَ: «لَا، إِلَّا أَنْ تَطَوَّعَ»

“Dia bertanya kepada Nabi tentang Islam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menjawab: sholat 5 waktu sehari semalam. Orang tadi bertanya lagi: Apakah ada lagi sholat yang wajib bagiku? Nabi menjawab: tidak ada, kecuali engkau ingin sholat sunnah.” (HR. Bukhari No. 47, Muslim No. 11).

Berdasarkan hadits tersebut, yang wajib untuk dikerjakan adalah sholat fardhu. Selain itu, maka hukummnya ialah tidak wajib.

Tata Cara Sholat Tahiyatul Masjid

sholat tahiyatul masjid

Untuk pelaksanaan dari sholat tahiyatul masjid ini dilaksanakan sendiri. Sholat sunnah dua rakaat tersebut dianjurkan bagi seseorang yang memasuki masjid untuk melaksanakan ibadah.

Namun, jika orang tersebut sudah duduk lama di dalam masjid, maka anjuran untuk melaksanakan sholat sunnah tersebut menjadi gugur.

Sama seperti tata cara sholat lainnya, untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid ini haruslah membaca niat terlebih dahulu. Untuk penjelasan yang lebih lengkap, mari simak penjelasan tentang tata cara sholat tahiyatul masjid berikut ini.

  1. Membaca niat
    Niat sholat sunah tahiyatul masjid:

    Ushali tahiyyatal masjid rak’ataini sunnatan lillaahi ta’aala
    Artinya
    : “Saya sholat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala
  2. Mengucapkan takbir pada saat takbiratul ihram sembari membaca niat dalam hati.
  3. Membaca iftitah.
  4. Membaca surah Al-Fatihah.
  5. Membaca suratan pendek yang ada di dalam Al-Qur’an.
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah.
  7. I’tidal.
  8. Sujud pertama dengan tuma’ninah.
  9. Duduk diantara dua sujud.
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan tata cara yang sama seperti pada rakaat pertama.
  12. Membaca tahiyat akhir.
  13. Diakhiri dengan salam.

Setiap gerakan dalam sholat tahiyatul masjid ini harus dilakukan secara tuma’ninah. Apa itu tuma’ninah? Tuma’ninah adalah diam sejenak dengan lama seperti membaca tasbih. Hal tersebut bertujuan agar sholat yang Anda kerjakan menjadi lebih khusyuk.

Sholat dengan gerakan tuma’ninah ini juga dikerjakan pada sholat sunnah lainnya.

Do’a Sholat Tahiyatul Masjid

Sebenarnya, tidak ada do’a khusus untuk sholat sunnah yang satu ini. Anda bisa memanjatkan do’a apapun yang sesuai dengan hajat. Do’a yang dipanjatkan akan lebih makbul jika Anda memanjatkannya di waktu antara adzan dan iqamah.

Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid

Ada beberapa keutamaan yang bisa Anda dapatkan jika mengerjakan sholat sunnah yang satu ini. Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

  • Mendapatkan Pahala yang Berlipat

Siapa saja yang mendatangi masjid kemudian ia mengerjakan sholat sunnah dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala yang berlipat.

Hal ini telah dijelaskan pada kitab Sahihain bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّف عَلَى صِلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ، خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا.

Artinya: “Sholat seseorang dalam jamaah, pahalanya berkali lipat sholat dalam rumahnya dan di dalam pasarnya sebanyak dua puluh kali lipat.”

Menurut tafsir dari Ibnu Katsir, maka dari hadits tersebut ialah jika seseorang berwudhu kemudian pergi ke masjid tanpa ada niat lain kecuali hanya ingin beribadah, maka tidaklah orang tersebut melangkah satu kali melainkan ditinggikan untuknya pahala satu derajat dan dihapus satu dosanya.

Jika orang tersebut telah menunaikan sholat, maka malaikat akan terus memohonkan ampun untuk orang tersebut selama ia masih tetap berada di tempat sholatnya, “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia”.

Ampunan tersebut tetap diucapkan sampai orang itu menunggu kedatangan waktu untuk melaksanakan sholat fardhu.

Di dalam kitab-kitab sunan, juga dijelaskan tentang sebuah hadits yang berkenaan dengan perkara tersebut, yakni:

بشِّر الْمَشَّائِينَ إِلَى الْمَسَاجِدِ فِي الظُّلَمِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan kaki menuju ke masjid di kegelapan (malam) dengan nur (cahaya) yang sempurna kelak di hari kiamat.

Baca Juga: Keutamaan Sholat Tahajud

  • Memakmurkan Masjid

Melaksanakan sholat tahiyatul masjid juga merupakan bentuk untuk memakmurkan masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَتَعَاهَدُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ الْآيَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Dari Abu Said dia berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Apabila kalian melihat seorang laki-laki memakmurkan masjid, maka persaksikanlah untuknya dengan keimanan, karena Allah berfirman: sesungguhnya orang yang memakmurkan masjid hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat.” Abu Isa berkata: ini hadits hasan gharib. (HR. Tirmidzi) [No. 2617 Maktabatu Al-Maarif Riyadh].

Melaksanakan sholat tahiyatul masjid memang memiliki keutamaan sendiri. Terlebih, pahala yang bisa didapatkan pun berlipat ganda sehingga bisa dijadikan sebagai amal tabungan untuk kehidupan di akhirat kelak.

Tinggalkan komentar